Saturday, June 10, 2006

Kabarku? Hm...

Di sinilah aku. Berbicara tentang segala gejolak dengan bahasa “diam”ku. Hehe...kasian deh nih blog. Gak kucurhati lagi. Tak kutulisi bahkan tak kukunjungi. Aku juga gak ngerti kenapa berhenti menulis tentang apa yang terjadi dan apa yang kurasa. Hm...mungkin karena memang terlalu banyak pengalaman batin hingga aku bingung mau mengurainya dari mana.

Tak ingin berkutat dengan pikiran saja, kucoba menulis lagi. Hal pertama yang akan kutekankan pada diri ini adalah rileks dan biarkan kata-kata mengalir. Perlahan dan santai. Biar berhembus bersama menit dan jam di depan monitor dan biarkan penggalan kisah bubuhkan tanda titik di tiap kalimatnya. (... terapi neh :p)

Aku berhenti ngeblog sejak mempersiapkan pernikahan. Agenda terbesar dalam hidupku. Alhamdulillah prosesinya berjalan lancar. Biasanya pagi sampai siang disusul sore dan malam pada hari2 sebelumnya hujan turun dengan setia. Tapi hari itu hanya rintik gerimis saja yang mengawali berlangsungnya akad nikah kami. Alhamdulillah, doa banyak orang.

Berselang 3 hari setelah itu (31 Januari atawa 1 Muharram)ada talk show tentang “Cinta” di mushala Muadz ibn Jabbal. Mengundang Mbak HTR dan Mas SW (Sakti Wibowo) sebagai pembicara. Penyelenggaranya temen2 plus kami berdua sang pengenten baru. Tadinya sih mau dibarengin di acara resepsi.... kan seru tuh ya? Ceritanya gimana, yang pasti itu kado yang luar biasa buatku, bisa ketemu Mbak Helvy dan Mas Sakti (lagi). Bukan karena Mbak Helvy bawa kado buat kami, tapi bisa begitu dekat dengan beliau berdua itu...wah, luar biasa. Eh, ditambah Koko Nata sebagai moderatornya. Hampir lupa :D
Poto2, lagi. Yang gak kalah istimewa, ternyata tanggal pernikahan kami sama lho! Iya. 28 Januari!

Selepas itu, Rabu berangkat ke Ngawi dilanjutkan ke Tasik dan Lampung. Sampai di Bekasi lagi 15 Februari. Keliling mendatangi tempat para tetua. Cuapek tapi sueneng. Setelah itu badan terasa letih yang luar biasa. Awal Maret kok pusingnya nambah kayaknya...yak! Positif. Aku resmi mengandung. Hehe...kok pake resmi-resmian segala?

Kuliah sudah mulai lagi. Kondisi tubuh berubah. Lemah. Ditambah dengan morning sickness. Eh, bukan hanya tubuh aja. Psikis juga. Yang tadinya udah sensitif jadi makin sensitif. Kerjaan nangis aja. So...kuliah sering ijin, tugas terbengkalai. Jadi kasian sama temen-temen sekelompok. Aku sering gak bisa nepatin janjian untuk kerja kelompok atawa datang ke expert tertentu. Merasa bersalah banget. Bangettttt nget nget nget... Alhamdulillah kandaku sayang (panggilan buat suamiku) gak bosen buat nguatin atau ngomong, “Siapa yang berani marah sama Nda? Bilang aja ma Kanda biar Kanda samperin.” Huehehe...yang tadinya berlinang air mata jadi nyengir kuda. Dibelain kayak bocah. Padahal sudah jadi emak-emak nih ceritanya. Hiks...begitulah. mengenai kawan-kawanku di pasca? Yah, who knows lah! Yang ngerti banyak (aku yakin) tapi, sorot mata ketidaksukaan atas “kemanjaanku” tak bisa dipungkiri sering juga membuat ulu hati serasa ditikam. Alhamdulillah sampai saat ini tak tercetus kata-kata penyesalan, bahwa aku hamil secepat ini :p.

So, hikmah apa yang bisa diambil dari segenap rasa yang menyatu, Bhie? Hm...nikmati saja. Allah pasti punya sesuatu dibalik ini. Untuk kami. Mungkin untuk yang baca juga.

Do’a penuh cinta untuk semua yang mencintaiku. Mengerti aku. Semoga Allah menambahkan pada kita kebijaksanaan dalam memandang hidup. Lebih dewasa dan mampu bertahan. Buat si kecil yang mulai belajar nendang di rahimku. Hm...kau adalah keajaiban kecil itu. Semangatku dan pengukir senyum.

Thursday, April 20, 2006

PA KABHAR SEMUAAAAA?

belajar untuk menjadi sesuatu yang berarti

hm....
pa kabar all?
aku dah lama gak posting nih. gimana kabar saudaraku semua?
rumah mayaku berantakan gini kayak kapal pecah yaaaaaaaaaa? hiks!

alhamdulillah aku baik2 saja. ye, siapa yang nanya yak?
lagi masalah nih internet di rumah. ni aja di warnet. suami di box depan. lg nyari artikel buat semangatin nulis tesis :p.
truz mabox2 karena halim perdana. hamil muda niyyy....
kirimin jeruk yang manis doooong. hehehe....

btw, teruslah ngeblog! tulis cerita yg banyax. sebarkan hikmah. dan...ay laf yu ol...

Friday, January 13, 2006

Mohon Do'a Restu


belajar untuk menjadi sesuatu yang berarti

Thursday, December 22, 2005

Mejeng Bareng Mba Asma?

alhamdulillah puisiku dimuat di Muslimah. majalah remaja Islam. yang bikin aku seneng bukan hanya nongolnya tuh puisi di terbitan Januari ini, tapi juga karena bareng ma mba asma.



diiiiiy, si febi ini ge-er aja. hehe...mba asma emang jadi the most favorit writer. "jangan jadi muslimah nyebelin" dengan kafer lucu hasil karya mba kita ini juga jadi the most favorit book. trusss, ya aku eh puisiku ya di rubrik lain. khusus puisi tentunya. tapi tetap senang kok. kali aja sometimes, some day...aku bisa ketemu the most favorit mba (writer)ku ini.



yup. jadi termotivasi lagi. beberapa tahun yang lalu puisiku juga pernah dimuat di sebuah majalah di bandung. kali ini kucoba berlari lebih cepat. memutar roda dengan geligi berkarat. menetesinya dengan peluh di musim dingin...(weleh, apa artinya sih??).

selamat hari mama


mamaku bukan ibu yang lembut dan dekat dengan anak2nya. kata teman2, begitu mereka baru ketemu ma, ya...beliau agak judes gitu. tapi, kalo dah kenal pada manggilnya ikutan mama, ada yang ummi, en bunda.

mama. kemarin hari yang membuatku bisa menegakkan lagi daguku. serasa beban yang dipikul selama ini berkurang luar biasa lebih ringan. mama menghampiri dan mengajak bicara bersama pa. sebuah rencana besar telah disetujui. tanggal untuk...ehemmmm....rahasia dulu ya.

mama. tadi siang sms ngajak buka shaum di pizza hut. hurrayyyy...

mamaku yang sibuk. orang kantoran yang ketemu kalo pas sama2 capek. mama yang sering bikin si bontot nangis ngiri coz kalo dah ngobrol ma aku suka gak ngajak2 dia. mama yang bentar lagi kudatangi dengan segenap rindu.

tunggu aku, ma. bentar lagi. mandi dulu, shalat, dan naek 09B ke Giant. aku akan bilang...selamat hari mama dan...mana pizzanya? :p

I Love U, Mom...forever!

"maafkan jika kutak mampu
menjelma kehendakmu.
kutahu sering kecewa
...hadir
lewat nadamu.

kutahu tak ada jeda
dari doa malammu.

kutahu itu yang membuatku
selalu mencoba untuk berdiri.

kerap kali
setelah
...tersungkur.
lagi,
dan lagi."

kulayarkan juga di sini

Saturday, December 17, 2005

Plasenta untuk Pengobatan?



Berikut ini tulisanku mengenai plasenta. Setuju tak setuju dapat dilontarkan dengan cara yang konstruktif dan bernash. Bisa dengan tulisan dan lisan. Maklumlah, zaman serba canggih perlu pandangan yang komprehensif untuk dijadikan pegangan hidup (deuuuu….berat benerrr).

Siapa tahu bisa jadi ide puisi, cerpen, novel, film? Saya mah cukup jadi bagian keciiiil dari trigernya saja :p. Moga bermanfaat.


TERAPI DENGAN PLASENTA

Organ plasenta kini sering disebut-sebut sebagai salah satu sumber pengobatan. Kontroversi penggunaan satu bagian kecil dari tubuh manusia untuk pengobatan sepertinya tak mencuat lagi. Mungkin karena manfaat plasenta yang demikian "dahsyat". Plasenta ini dapat menggantikan sumsum tulang belakang dalam proses penyembuhan penyakit mematikan leukimia. Resikonya pun lebih kecil: proses pengambilan tidak menyakitkan; tidak berisiko dan tidak memerlukan pembiusan; prosesnya singkat; dapat disimpan di Bank Darah Tali Pusar; bisa diambil segera di Bank Darah; sumbernya darah tali pusar keluarga; risiko GvHD komplikasi lebih kecil.

Memang bukan plasenta utuh yang dipakai, tetapi sel induk pada ari-ari dan tali pusar. Ilustrasi dapat dilihat pada poto di atas. Mudah2an tidak terlalu kecil.

Plasenta memang bukan barang baru dalam dunia medis. Sejak 60-30 tahun Sebelum Masehi (zamannya Cleopatra, Ratu Mesir Kuno) plasenta sudah dipakai untuk mempercantik diri. Marie Antoniette (1755-1793), Sang Ratu Prancis juga melakukan hal yang sama. 1930, Vladimir Filatov, seorang peneliti asal Rusia menemukan peran lain plasenta, yaitu untuk mengobati luka bakar. Setelah itu, plasenta juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh para astronot.

Proses plasenta yang memiliki banyak sekali zat bermanfaat (nitrogen prolin yang dapat mengencangkan kulit dan berguna untuk memperkuat tulang , asam glutamat yang dapat meningkatkan sinyal dalam sel-sel saraf otak, dan histidin) termasuk rumit. Pensterilannya harus sebesar 5000 atmosfer baru dapat digunakan. Wallahu a'lam bi showab. (just2b.blogspot.com)

Sumber: GATRA edisi 17 Desember 2005

Counter and stats: "10-30am" LiveCounter
Bravenet.com