Monday, November 21, 2005

Siluet Seorang Hakim

Siluet Seorang Hakim
Vb di 21/11/05

Sejak kecil kita diajarkan untuk pandai bedakan:
Benar dan salah
Pahala dan dosa

Menjelang besar, kita diajarkan untuk menghitung:
Benar dan salah
Pahala dan dosa

Ternyata kehidupan tak semudah briefing ayah bunda, tentang:
Benar dan salah
Pahala dan dosa

Hidup ini teramat kompleks hingga sering kita menjadi bodoh…
Tak pandai bedakan:
Benar dan salah
Pahala dan dosa

Berapakah banyaknya
kebenaran yang salah tafsir,
sadar yang benar-benar akan kesalahan,
kesalahan yang tak benar-benar?

Seberapakah seringnya
berdosa akan kebenaran yang salah tafsir,
menjaring pahala setelah sadar yang benar-benar akan kesalahan,
proporsional akan dosa – tak berdosa pada kesalahan yang tak benar-benar?

Berapakalikah
menghindari klaim kebenaran atas tuduhan berdosa,
menyentuh wilayah salah dengan cara yang benar,
memupuk pahala dengan solusi yang benar atas kesalahan?

Berapa harga untuk menjadi benar, Tuan?
Berapa harga untuk pahala?
Berapa harga untuk tak berdosa?
…untuk tak salah, bersalah, tersalah?

Entahlah,
aku SEKADAR ingin bertutur tentang CINTA:

Bukan bijak bestari
Bukan juga sufi
Seorang pendosa berlari sambil dzikir diam-diam
Di bawah guyuran hujan

Di belakangnya orang berteriak, meradang:
SALAH!
DOSA!

Di depannya Tuhan melesat,
Membawa pendosa ke pelukan-Nya
Bukan karena BENAR dan PAHALA.
Tapi, karena CINTA

Dalam dekap maghfirah-Nya,
Sang Pendosa masih saja berbisik,
"Cintailah kami, Rabb…. Aku dan mereka."

3 Comments:

At Friday, November 25, 2005, Blogger wasugi said...

definisi kebenaran itu sendiri tidak kita ketahui.. karna kita terlalu kerdil untuk memahami hakekat kebenaran.

 
At Saturday, November 26, 2005, Blogger Lili said...

Sulit yah menjadi manusia. tetapi Ada maksud dari Sang Pencipta menciptakan kita.

Mampukah kita menahan hawa nafsu kita, mampukah??

udah susah ada lagi yg menemani yaitu syaiton jahanam...wah memang musti lebih banyak lagi berdzikir, tetapi jgn sambil berlari..supaya kepala tetap bening dan tahan akan guyuran hujan berarti kan harus berteduh..apa coba???

gak ada hubungannya..hi..hi...

Remember: Allah dekat sekali, sedekat urat nadimu di leher....Subhanallah

 
At Sunday, November 27, 2005, Blogger [ M.i.s.s U.n.p.e.r.f.e.c.t ] said...

well done ^smile^

met kenal mbak febi!

 

Post a Comment

<< Home

Counter and stats: "10-30am" LiveCounter
Bravenet.com